Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Saturday, November 5, 2011

Credibility of the New 7 Wonders Foundation

Credibility of the N7W Foundation
Indonesian Ambassador for Switzerland, Djoko Susilo, doubted the credibility of the New 7 Wonders Foundation (N7W) as the organizer of the election of seven wonders of the world. Komodo National Park as one of 28 finalists in the election. Komodo National Park will compete with the Dead Sea (Israel, Jordan, Palestine), Grand Canyon (USA), Great Barrier Reef (Australia), Angel Falls (Venezuela) to get status as a New7Wonders of Nature on 11 November 2011.



Government of Indonesia, through the Embassy of Indonesia in Switzerland, do some investigation about New Seven Wonders. They get the zipcode address is Hoeschgasse 8 N7W Foundation, PO Box 1212, 8034 Zurich was not appropriate. It should Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, in which at Heidi Weber Museum designed by Le Corbusier. The museum was built in 1967 and is only open in summer on June, July and August.

N7W Foundation unclear address, except for the email address. New7Wonders stand in Panama, the Swiss legal entities, and his lawyer are in the UK. In the eyes of Swiss society, N7W Foundation founder Bernard Weber, unknown. The foundation that was not part of the UNESCO.

So, how does the credibility of the New 7 Wonders foundation by your perception?

Monday, September 26, 2011

Budaya Indonesia

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199 ”
kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.
Sumber:wikipidea, Blog dan web lainnya


Lihat Juga:
andry pramudyamayyoli.blogspot.comnasib pegawai outsourcingpegawai outsourchingpegawai outsourcingoutsourcing pt posstruktur organisasi pt pos

Saturday, September 24, 2011

Politik Indonesia - Politik Kepemimpinan Presiden SBY �Digoyang� Koruptor Kelas Kakap

Politik Indonesia - Politik Kepemimpinan Presiden SBY �Digoyang� Koruptor Kelas Kakap

Politikindonesia - Pemberantasan tindak korupsi yang terjadi di Indonesia ternyata memang benar-benar mendapat perlawanan dari para koruptor. Hal ini dirasakan benar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena itu untuk kedua kali Presiden memperingati aparat penegak hukum dan masyarakat bahwa koruptor kelas kakap melakukan gerakan menghambat programnya dalam memberantas korupsi.

Presiden SBY menyatakan bahwa dirinya mendapatkan laporan bahwa koruptor kelas kakap telah berusaha mempengaruhi penegak hukum, termasuk KPK maupun Tim Tastipikor. Bahkan, Presiden juga mengungkapkan bahwa koruptor kelas kakap tersebut berusaha mempengaruhi dirinya agar membubarkan Tim Tastipikor.



Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden SBY saat melantik Jenderal Sutanto menjadi Kapolri. Karena itu Presiden meminta Kapolri baru, Jenderal Sutanto agar terus melanjutkan dan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama.

"Kita ingin kasus korupsi dijadikan prioritas karena kita ingin menyelamatkan aset negara dan keuangan rakyat. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh kembali," minta Presiden kepada Kapolri baru Jenderal Sutanto.

Selain itu, SBY juga mengakui bahwa koruptor kelas kakap masih mempunyai kekuatan dan keuangan yang besar sehingga mereka bisa berbuat apa saja untuk menghambat dan merintangi langkah-langkah pemberantasan korupsi. "Tapi mereka tidak akan bisa mengalahkan rakyat dan negara," janji Presiden.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat dan aparat penegak hukum berketetapan hati untuk terus memberantas korupsi. Koruptor yang telah mengambil uang negara selain dihukum juga harus mengembalikan uang negara tersebut, ungkap Presiden. "Saya mengajak semuanya agar pemberantasan korupsi dilakukan dengan tegas dan penuh ketetapan hati. Kita harus melakukan sesuatu bagi mereka yang dinyatakan bersalah sebagai terpidana korupsi, yang seharusnya mengembalikan hasil korupsi tersebut kepada negara," kata Presiden.

Memberantas korupsi di Indonesia memang benar-benar berat, karena korupsi sudah menjalar ke segala sektor pemerintahan. Karena itu wajar bila Presiden SBY dalam waktu hampir dua bulan telah dua kali mengeluarkan pernyataan keras bahwa Kabinetnya sedang mendapat rongrongan dari koruptor kelas kakap.

Menyimak dari pernyataan Presiden tersebut nampaknya beliau ingin menyampaikan kesulitan pemerintahannya dalam memberantas korupsi. Untuk itu Presiden SBY ingin minta bantuan dari masyarakat untuk memberantas korupsi. Karena rongrongan dari para koruptor kelas kakap tersebut sudah sedikit menggoyahkan kepemimpinan SBY.

Apalagi, saat rapat dengar pendapat antara DPR dengan KPK dan Tim Tastipikor hari Kamis (7/7) lalu wakil rakyat sepertinya tidak mendukung penuh tindakan-tindakan KPK dan Tim Tastipikor. Rapat dengar pendapat tersebut seperti tempat �pengadilan� bagi KPK dan Tim Tastipikor. Hal tersebut dirasakan oleh Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
(Bambang H)


Lihat Juga:
andry pramudyamayyoli.blogspot.comnasib pegawai outsourcingpegawai outsourchingpegawai outsourcingoutsourcing pt posstruktur organisasi pt pos