Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Saturday, November 5, 2011

Credibility of the New 7 Wonders Foundation

Credibility of the N7W Foundation
Indonesian Ambassador for Switzerland, Djoko Susilo, doubted the credibility of the New 7 Wonders Foundation (N7W) as the organizer of the election of seven wonders of the world. Komodo National Park as one of 28 finalists in the election. Komodo National Park will compete with the Dead Sea (Israel, Jordan, Palestine), Grand Canyon (USA), Great Barrier Reef (Australia), Angel Falls (Venezuela) to get status as a New7Wonders of Nature on 11 November 2011.



Government of Indonesia, through the Embassy of Indonesia in Switzerland, do some investigation about New Seven Wonders. They get the zipcode address is Hoeschgasse 8 N7W Foundation, PO Box 1212, 8034 Zurich was not appropriate. It should Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, in which at Heidi Weber Museum designed by Le Corbusier. The museum was built in 1967 and is only open in summer on June, July and August.

N7W Foundation unclear address, except for the email address. New7Wonders stand in Panama, the Swiss legal entities, and his lawyer are in the UK. In the eyes of Swiss society, N7W Foundation founder Bernard Weber, unknown. The foundation that was not part of the UNESCO.

So, how does the credibility of the New 7 Wonders foundation by your perception?

Friday, October 7, 2011

Immortal Love Legends

Immortal Love Legends
Romantic Tales from Hindu Literature

By Subhamoy Das, About.com Guide

Perhaps no other faith glorifies the idea of love between the sexes as Hinduism. This is evident from the amazing variety of mythical love stories that abounds Sanskrit literature, which is undoubtedly one of the richest treasure hoards of exciting love tales.
The tale-within-a-tale-within-a-tale format of the great epics of Mahabharata and Ramayana, lodges a lot of love legends. Then there are the charming stories of Hindu gods and goddesses in love and the well-known works like Kalidasa's Meghadutam and Abhijnanashakuntalam and Surdasa's lyrical rendition of the legends of Radha, Krishna and the gopis of Vraj. Set in a land of great natural beauty, where the lord of love picks his victims with consummate ease, these stories celebrate the myriad aspects of the many-splendored emotion called love.

The Lord of Love

It is relevant, here, to know about Kamadeva, the Hindu god of carnal love, who is said to arouse physical desire. Born out of the heart of Creator Lord Brahma, Kamadeva is depicted as a youthful being with a greenish or reddish complexion, decked with ornaments and flowers, armed with a bow of sugarcane, strung with a line of honeybees and floral arrowheads. His consorts are the beautiful Rati and Priti, his vehicle is a parrot, his chief ally is Vasanta, the god of spring and he is accompanied by a band of dancers and performers - Apsaras, Gandharvas and Kinnaras.

The Kamadeva Legend
According to a legend Kamadeva met his end at the hands of Lord Shiva, who incinerated him in the flames of his third eye. Kamadeva had inadvertently wounded the meditating Lord Shiva with one of his arrows of love, which resulted him to fall in love with Parvati, his consort. From then on he is thought to be bodiless; however, Kamadeva has several reincarnations, including Pradyumna, the son of Lord Krishna.

view the original page | Immortal Love

Monday, September 26, 2011

Budaya Indonesia

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199 ”
kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.
Sumber:wikipidea, Blog dan web lainnya


Lihat Juga:
andry pramudyamayyoli.blogspot.comnasib pegawai outsourcingpegawai outsourchingpegawai outsourcingoutsourcing pt posstruktur organisasi pt pos